Setia Hati Terate dan Agama

       
  
  “Salah satu fenomena yang muncul awal April 2018 ini adalah keluarnya seorang warga SH Terate dari organisasi. Jika ditilik dari alasan mereka keluar adalah disebabkan oleh tidak sesuainya tujuan organisasi dengan agama, artinya mereka lebih mengutamakan agama daripada organisasi SH Terate”.

            Menarik dicermati fenomena tersebut dari sudut pandang organisasi dan aturan, serta ajaran SH Terate, disisi lain fenomena tersebut tidak hanya berlaku warga SH Terate tingkat 1, tetapi juga dapat berlaku tingkat II, bahkan siswa sekalipun.

            Dalam pandangan organisasi SH Terate, aturan keluar masuknya anggota telah dijelaskan dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga, dimana disebutkan dalam pasal 24, tentang pemberhentian anggota, yakni anggota berhenti karena “atas permintaan sendiri, dan / atau diberhentikan oleh organisasi”.

            Berdasarkan aturan tersebut, jelas bahwa setiap anggota/warga SH Terate dapat berhenti, karena permintaan sendiri atau diberhentikan, salah satu fenomena di atas, sesungguhnya warga yang keluar dari organisasi tersebut adalah permintaan sendiri, terkait dengan argumentasi mengundurkan diri, tidak menjadi ranah dalam SH Terate, selagi atas permintaan sendiri, akan tetapi menjadi masalah ketika, diberhentikan Anggota/warga disebakan melanggar aturan, ajaran dan tradisi SH Terate, pemberhentian inipun dilakukan tahap demi tahap melalui klarifikasi dari yang bersangkutan, rayon, ranting, cabang dan pusat, sehingga dapat diputuskan pemberhentian anggota. Maka jelas secara aturan organisasi, setiap anggota berhak menentukan pilihannya sendiri apa yang dilakukannya, demikian pula aturan organisasi harus dapat dipatuhi oleh setiap anggota.

            Dalam pandangan tradisi dan ajaran SH Terate, keluar-masuknya anggota merupakan ketentuan yang bersifat pribadi dan menyangkut kebersamaan dalam wadah “persaudaraan”, sehingga ketika anggota/ warga SH Terate keluar dari organisasi, maka dapat disebut tidak lagi menjadi saudara /khadang SH Terate lagi, segala konsekuensi dan tanggung jawab tersebut menjadi tanggung jawab pribadi, bukan organisasi kembali. Pandangan tradisi dan ajaran SH Terate, dinyatakan bahwa pengangkatan ikatan persaudaraan dalam wadah SH Terate melalui “sumpah bersama” pengakuan satu saudara satu dengan yang lain dengan saling menghargai, menghormati, menyayangi dan saling hamat-menghamati. Pengakuan ikatan sumpah bersama menjadi tanda yang kuat dan harus dipegang teguh dalam diri setiap individu, karena dalam ikatan tersebut, jelas tergambar konsekuensi yang terjadi apabila melanggar “satu saudara”.  Keluarnya salah satu anggota dari “sumpah bersama” juga dapat menjadi suatu pilihan yang harus diambil dalam kehidupannya, sehingga hal itu harus dihormati sebagai bentuk pembelajaran dalam diri setiap anggota/ warga.

            Dalam kaitan tersebut, argumentasi anggota yang mengundurkan diri didasarkan pada suatu ideology, bahkan agama sekalipun dapat diluruskan sebenarnya. Dalam hal ini bisa disimpulkan sementara bahwa SH Terate dapat tidak sesuai dengan Agama, bahkan bertentangan sekalipun. Hal ini sebenarnya tidak benar, sekali lagi bahwa SH Terate tidak suatu agama atau bertentangan dengan Agama.  SH Terate adalah budaya bangsa, melalui pencak silatnya dan ajaran yang dikandungnya.

            SH Terate adalah organisasi pencak silat yang mengajarkan Persaudaraan, Beladiri, Olahraga, Seni dan Kerohanian, serta bertujuan ikut mendidik manusia yang berbudi luhur tahu benar dan salah serta bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Jika tujuan ini disalah pahami oleh setiap anggota dan dibenturkan dengan pemikiran dan pemahaman lain, maka tujuan tersebut adalah tidak sesuai. Pada hakikatnya SH Terate adalah menerima setiap pandangan, idiologi, bahkan agama, akan tetapi, SH Terate tidak berafiliasi pada satu bentuk pandangan tersebut, dan anggota SH Terate wajib memiliki pandangan agama. Artinya SH Terate adalah wadah/ tempat orang bertemu untuk mencapai tujuan SH Terate secara bersama-sama.

            Agama pada dasarnya bertujuan untuk membimbing manusia kepada jalan Tuhannya sesuai dengan ajaran dan petunjuk yang disampaikan melalui rasulnya. Dengan dasar ini, bahwa setiap agama membawa misi dalam bentuk pengabdian kepada Tuhan, manusia, dan alam semesta sehingga diperoleh manusia yang sholeh, yang bertaqwa kepadaNya. Ketaqwaan kepada Tuhan itulah sesungguhnya menjadi misi besar SH Terate melalui pencak silat dan ajarannya. Ajaran SH Terate dapat dipahami tidak ada misi menjadi orang yang ingkar, atau orang yang merusak tatanan kehidupan, justru mengarahkan kepada konsep “memayu hayuning bawana”, ikut serta dan berpartisipasi menjaga kedamaian/keselamatan dunia dari tindakan pengrusakan tangan-tangan manusia yang jahil. Untuk mempersiapkan itu semua setiap anggota SH Terate wajib di didik jasmani dan rohani, hal itu sesuai juga dengan aturan negara “bangunlah jiwanya, bangunlah badannya”. Dengan di didik jiwa dan raganya akan menjadi kesatria pengabdi kepada masyarakat, bangsa, Negara, serta Agama.

Sapta Mulia, 03 April 2018