Mukadimah dan Makna PSHT Cabang Tebo Pusat Madiun


MUKADIMAH

BAHWA SESUNGGUHNYA HAKIKAT ITU HIDUP BERKEMBANG MENURUT KODRAT  IRAMANYA MASING-MASING MENUJU KESEMPURNAAN, DEMIKIAN KEHIDUPAN MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK TUHAN, YANG TERUTAMA HENDAK MENUJU KEABADIAN KEMBALI KEPADA CAUSA PRIMA TITIK TOLAK SEGALA SESUATU YANG ADA MELALUI TINGKAT KE TINGKAT, NAMUN  TIDAK SETIAP INSAN MENYADARI BAHWA APA YANG DIKEJAR-KEJAR ITU TELAH TERSIMPAN MENYELINAP DI LUBUK HATI NURANINYA.

“SETIA HATI” SADAR AKAN HAKIKI HAYATI ITU DAN AKAN MENGAJAK SERTA PARA WARGANYA MENYIKAP TABIR / TIRAI SELUBUNG HATI NURANI DIMANA “ SANG MUTIARA HIDUP” BERTAHTA.

PENCAK SILAT SALAH SATU AJARAN SETIA HATI TERATE DALAM TINGKAT PERTAMA BERINTIKAN SENI OLAHRAGA YANG MENGANDUNG UNSUR PEMBELAAN DIRI UNTUK MEMPERTAHANKAN KEHORMATAN, KESELAMATAN DAN KEBAHAGIAAN DARI KEBENARAN TERHADAP SETIAP PENYERANG, DALAM PADA ITU “SETIA HATI” SADAR DAN YAKIN BAHWA SEBAB UTAMA DARI SEGALA RINTANGAN DAN MALAPETAKA SERTA LAWAN KEBENARAN HIDUP YANG SESUNGGUHNYA BUKANLAH INSAN, MAKHLUK ATAU KEKUATAN YANG DILUAR DIRINYA. OLEH KARENA ITU PENCAK SILAT HANYALAH SUATU SYARAT UNTUK MEMPERTEBAL KEPERCAYAAN DIRI SENDIRI DAN MENGENAL DIRI PRIBADI.

MAKA “SETIA HATI” PADA HAKEKATNYA TANPA MENGINGKARI SEGALA MARTABAT  KEDUNIAWIAAN, TIDAK KANDAS / TENGGELAM PADA PELAJARAN PENCAK SILAT SEBAGAI PENDIDIKAN KEJIWAAN UNTUK MEMILIKI SEJAUH-JAUHNYA KEPUASAAN HIDUP ABADI LEPAS DARI PENGARUH RANGKA DAN SUASANA.

SEKEDAR SYARAT BENTUK LAHIR, DISUSUNLAH ORGANISASI “PERSAUDARAAN SETIA HATI TERATE” SEBAGAI IKATAN ANTAR SAUDARA “SETIA HATI”  DAN LEMBAGA YANG BERGAWAI SEBAGAI PEMBAWA DAN PEMANCAR CITA.


MAKNA MUKADIMAH

Mukadimah, dapat diartikan pendahuluan, kata ini senada dengan kata yang berasal dari bahasa arab  Muqodimah / Qodim atau Qidam  yang berarti dahulu, (qidam adalah salah satu sifat Tuhan Yang Maha Kuasa ). Kata ini juga dapat di pahami dengan makna pengantar dalam sebuah dasar perkataan/ tulisan dalam bahasan tertentu. Mukadimah yang tertuang dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Persaudaraan Setia Hati Terate terdiri dari lima alinie, dimana kelima alinie merupakan satu kesatuan utuh dasar dan pedoman Setia Hati Terate dalam berorganisasi dan menyampaikan ajaran.

Alinie, pertama, “bahwa sesungguhnya hakikat itu hidup berkembang menurut kodrat  iramanya masing-masing menuju kesempurnaan, demikian kehidupan manusia sebagai makhluk tuhan, yang terutama hendak menuju keabadian kembali kepada causa prima titik tolak segala sesuatu yang ada melalui tingkat ke tingkat, namun  tidak setiap insan menyadari bahwa apa yang dikejar-kejar itu telah tersimpan menyelinap di lubuk hati nuraninya”.

Alinie pertama ini dapat dipahami bahwa kehidupan dan hidup itu sudah ditentukan oleh yang maha kuasa (Allah SWT) dengan takdirnya/ kodratnya dari awal kehidupan sampai akhir kehidupan. Kehidupan ini juga sudah ditentukan dengan takdirnya masing-masing baik dalam kehidupan alam, manusia, dan makhluk lainnya. Kehidupan makhluk terutama dalam kehidupan dunia ini bersifat tidak kekal, akan musnah dan menuju sifat yang maha sempurna, menuju ke sifat abadi, dimana suatu tempat segala sesuatu itu berawal dan berasal. Proses menuju keabadian itu melalui proses, melalui tahap demi tahap dalam segala kehidupan, termasuk dalam kehidupan manusia, dimana manusia berasal dari tanah, menjadi air, air menjadi mani, mani menjadi darah, darah menjadi daging, daging menjadi tulang, dan menjadi janin, dan ditiupkan ruh/nyawa kepada janin, sehingga menjadi mahkluk yang sempurna bernama manusia. Manusia tersebut masih tersimpan dalam rahim seorang Ibu, proses, ini disebut dengan alam kandungan, kemudian dilahirkan menuju alam dunia, seterusnya menuju alam kematian dan alam kubur, dan pada akhirnya menuju alam akhirat.  Proses kehidupan manusia dan makhluk lainnya tentunya pada dasarnya sesuai dengan kodratnya masing-masing yang sesungguhnya memiliki persamaan dan perbedaan dalam menuju keabadiannya. Dalam menuju keabadiannya tersebut, tidak setiap manusia mampu bahkan menyadari asal-usul kehidupan, sehingga ia tidak mampu mengetahui takdir/kodratnya dalam kehidupan ini, yang sudah ada dan berada dalam “hati nurani/ Kalbu” dalam diri manusia.  Gambaran proses di atas, dapat dikerucutkan menjadi sebuah ilmu pengetahuan, bahwa segala sesuatu itu berasal dari Allah SWT dan akan kembali kepada Allah SWT, oleh karena itu manusia dituntut untuk mempelajari pengetahuan tentang asal-usul manusia berasal, suatu ilmu mengenal diri, mengenal makhluk dan mengenal Penciptanya, sehingga akan menjadi kesadaran dalam kehidupan dunia tentang hak dan kewajiban sebagai makhluk.

Alinie kedua, “Setia Hati” sadar akan hakiki hayati  itu dan akan mengajak serta para warganya menyikap tabir / tirai selubung hati nurani dimana “ sang mutiara hidup” bertahta. Alinie kedua dapat dipahami bahwa setelah mengetahui makna, hak dan kewajiban manusia sebagai makhluk Tuhan dengan segala potensi fitrahnya, maka ia memiliki keyakinan/keimanan kepada Allah SWT yang berada dalam hati nuraninya, sehingga ia harus setia terhadap ikatan/ janji/sumpah yang telah dibuatnya antara manusia dengan Allah (Tuhannya) ketika berada dalam kandungan ibu, oleh karena itu mengetahui makna tersebut maka “setia hati” dalam bentuk wadah (tempat ) mengajak  secara bersama untuk membersihkan hati nurani manusia dari segala kotoran yang mempengaruhi hati nurani sehingga manusia dapat menemukan/ mengetahui takdirnya atau kodratnya.

Alinie ketiga, “pencak silat salah satu ajaran Setia Hati Terate dalam tingkat pertama berintikan seni olahraga yang mengandung unsur pembelaan diri untuk mempertahankan kehormatan, keselamatan dan kebahagiaan dari kebenaran terhadap setiap penyerang, dalam pada itu “setia hati” sadar dan yakin bahwa sebab utama dari segala rintangan dan malapetaka serta lawan kebenaran hidup yang sesungguhnya bukanlah insan, makhluk atau kekuatan yang diluar dirinya. oleh karena itu pencak silat hanyalah suatu syarat untuk mempertebal kepercayaan diri sendiri dan mengenal diri pribadi”. Alinie ketiga memberikan gambaran makna kehidupan dunia ini penuh tantangan, rintangan, malapetaka dan godaan yang berasal dari manusia/insan dan makhluk lainnya, sehingga diperlukan suatu alat untuk mempertahankan diri dalam kehormatan, kebahagiaan, dan keselamatan. Tantangan, rintangan, malapetaka dan godaan itu pada hakikat tidak berasal dari manusia atau makhluk lain, tetap berasal dari dalam diri manusia berupa nafsu, dan keinginan-keinginan hati nurani. Oleh karena itulah dengan pencak silat sebagai salah satu bentuk olahraga yang mengandung unsur pembelaan diri, dan berfungsi untuk mempertebal kepercayaan diri dan mengenal diri, dapat dengan mudah manusia mengunakannya untuk pembelaan diri dari serangan, sehingga dapat hidup dengan terhormat, bahagia dan selamat.

Alinie keempat, “maka “setia hati” pada hakekatnya tanpa mengingkari segala martabat  keduniawiaan, tidak kandas / tenggelam pada pelajaran pencak silat sebagai pendidikan kejiwaan untuk memiliki sejauh-jauhnya kepuasaan hidup abadi lepas dari pengaruh rangka dan suasana”. Alinie keempat memberikan makna bahwa, manusia dengan memperoleh martabat keduniawian/ baik (pangkat, harta, tahta, jabatan, dan segala sesuatu yang melekat dalam kehidupan dunia), manusia tidak menjadi lupa dan sombong, bahwa wadah “setia hati” dalam bentuk pencak silatnya pada dasarnya menjadi sarana untuk memperoleh pendidikan jiwa/pendidikan rohani, yang bertujuan lebih jauh, yakni memperoleh kepuasaan hidup abadi, yakni mendapat kebahagiaan dunia dan akhirat. atau dapat dipahami bahwa “setia hati” sebagai wadah tidak hanya mementingkan pencak silat untuk mencapai martabat keduniaan, tetapi dengan pencak silat digunakan untuk mempelajari kejiwaan manusia, sehingga memperoleh kehidupan abadi dengan puas, (selamat dunia dan akhirat).

Alinie kelima, “sekedar syarat bentuk lahir, disusunlah organisasi “persaudaraan setia hati terate” sebagai ikatan antar saudara “setia hati” dan lembaga yang bergawai sebagai pembawa dan pemancar cita”. Alinie kelima ini memberikan makna untuk mencapai tujuan yang tergambar dalam alinie pertama sampai keempat di atas, maka sebagai bentuk syarat lahir saja, dibentuk sebuah wadah dalam bentuk organisasi sebagai bentuk ikatan antar saudara (antar manusia ) “setia hati” yakni “Persaudaraan Setia Hati Terate”. Demikian pula wadah “setia hati” dapat membentuk tidak hanya organisasi tetapi lembaga yang bertujuan untuk membawa tujuan dan cita-cita “Setia Hati”.

Sapta Mulia, 30 Maret 2018